Penjualan iklan melalui media cetak tidak lagi sepopuler dahulu. Kini, para pemasar mulai beralih ke penjualan iklan digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Hal ini cukup dapat dipahami karena dari segi biaya, iklan pemasaran digital lebih terjangkau dibandingkan iklan melalui media cetak.
Jika kamu masih cukup baru dalam bidang ini, ada empat model iklan digital yang perlu kamu ketahui, yaitu Cost Per Acquisition (CPA), Cost Per Install (CPI), Cost Per Lead (CPL), dan Cost Per Sale (CPS). Lantas, bagaimana cara membedakan keempat model tersebut? Untuk membantumu memahaminya, berikut penjelasan mengenai masing-masing model iklan digital tersebut.
Cost Per Acquisition (CPA)
Cost Per Acquisition atau Cost Per Action adalah jenis kampanye yang menetapkan nilai berdasarkan akuisisi berupa penjualan, langganan, lead, atau tindakan lain yang telah ditentukan sebelumnya. Kampanye ini biasanya digunakan dalam affiliate marketing, terutama untuk kampanye yang memberikan pembayaran berdasarkan penjualan.
Selain itu, ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika menggunakan kampanye ini, salah satunya adalah risiko yang relatif lebih terbatas dibandingkan dengan kampanye lainnya. CPA juga dapat membuat kamu terikat lebih lama dengan program penjualan iklan karena kamu dan pihak afiliasi sama-sama menginvestasikan banyak waktu dan sumber daya.
Cost Per Install (CPI)
Cost Per Install (CPI) mengacu pada program media yang mengharuskan kamu membayar untuk setiap aplikasi yang berhasil diinstal. Sebagian besar pemasaran aplikasi menggunakan CPI karena metode ini dapat membantu meningkatkan jumlah instalasi dengan lebih cepat. Namun, perlu diingat bahwa kualitas instalasi yang dihasilkan dapat berbeda-beda, tergantung pada penyedia media CPI yang digunakan. Beberapa penyedia memiliki reputasi yang baik dan berusaha keras menemukan pengguna yang kemungkinan besar akan menginstal aplikasi.
Ada pula penyedia lain yang menawarkan insentif, seperti token gratis, ketika pengguna mengunduh aplikasi. Sayangnya, metode instalasi berinsentif ini tidak selalu menghasilkan pengguna berkualitas. Bahkan, sebagian besar instalasi yang dihasilkan cenderung berkualitas rendah. Selain itu, ada penyedia media yang memiliki reputasi kurang baik dan menggunakan bot untuk meningkatkan jumlah instalasi. Oleh karena itu, pastikan kamu memilih penyedia media dengan bijak.
Cost Per Lead (CPL)
Cost Per Lead (CPL) berarti pengiklan pemasaran digital harus membayar ketika formulir lead berhasil diisi. Metode ini cukup umum digunakan dalam industri B2B dan cocok untuk bisnis yang produknya tidak langsung dibeli oleh calon pelanggan. Meskipun demikian, CPL sangat efektif untuk membantu kamu mengubah prospek menjadi pelanggan. Namun, kamu mungkin menghadapi risiko penipuan jika bot diprogram secara otomatis untuk mengisi formulir lead.
Cost Per Sale (CPS)
Cost Per Sale sebenarnya memiliki konsep yang mirip dengan Cost Per Acquisition atau Cost Per Order. Artinya, kamu perlu membayar pihak afiliasi untuk setiap penjualan yang berhasil mereka hasilkan. Metode ini cukup aman dan hemat anggaran karena kamu tidak perlu membayar lead atau klik menuju produk. Kamu hanya membayar berdasarkan nilai aktual dari setiap penjualan.
Selain itu, kamu tidak perlu memikirkan proses mengubah klik menjadi lead hingga akhirnya menjadi penjualan. Singkatnya, anggaran yang perlu kamu keluarkan untuk kampanye ini hanya didasarkan pada jumlah penjualan yang dihasilkan.
Jika kamu mempertimbangkan untuk menerapkan iklan digital pada bisnis, sebaiknya tentukan model yang paling sesuai dengan anggaran dan tujuan bisnis kamu. Kamu juga dapat berkonsultasi dengan agensi pemasaran digital tepercaya untuk mendapatkan rekomendasi dan layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis.